Strategi Konten Sementara vs. Permanen: 3 Cara Menentukan yang Mana

  • Whatsapp
Strategi Konten

Salah satu strategi konten adalah menentukan mana yang konten sementara dan permanen. Hal ini wajib dan harus diketahui oleh penggiat blog dan website saat ini dan seterusnya. Mengapa? Karena dengan memahami hal ini Anda bisa membuat strategi konten yang lebih  baik dan terstruktur rapi.

Efek dari strategi konten ini sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah membuat konten terupdate dengan baik. Karena artikel yang akan diposting menjadi teratur. Selain itu, Anda bisa menentukan artikel seperti apa yang menjadi cornerstone content dan mana yang menjadi support content.

Namun, tidak semua konten artikel bisa diberlakukan sama. Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara menentukan mana artikel yang diberlakukan sebagai konten permanen maupun sementara.

Beberapa Cara Menentukan Konten Sementara Atau Permanen

Cara menentukan konten sementara dan permanen ini sangat penting. Namun, masih banyak orang yang belum memahami hal ini. Oleh karena itu, dengan mengetahui cara tersebut diharapkan Anda dapat membuat konten website yang lebih baik. Adapun cara-cara tersebut antara lain:

1. Sebagai Cornerstone Content

Pada website dan blog terdapat istilah cornerstone content yang berarti menjadi salah satu konten utama pada sebuah website. Konten ini juga sering disebut sebagai konten pilar. 

Sesuai dengan namanya, maka konten ini menjadi pilar utama sebuah website. Konten jenis ini biasanya dijadikan halaman paling utama karena berisikan informasi yang lengkap dan biasa dijadikan sebagai penentu ciri khas dari website tersebut.

Oleh karena itu, para pemilik website harus membuat konten pilar dengan hati-hati, serinci mungkin dan informatif. Jadi, tidak heran jika halaman konten ini bisa lebih dari 2000 kata. Isi kontennya bisa beragam seperti penjelasan produk atau layanan jasa. Namun bisa juga berisikan informasi tertentu.

Jika Anda ingin membuat konten pilar maka disarankan untuk memakai konten permanen yang tidak akan dihapus sampai Anda ingin mengubah arah bisnis. Walaupun permanen, Anda bisa memperbaiki atau update isi konten tersebut sesuai kebutuhan masing-masing.

2. Sebagai Supportive Content

Salah satu faktor yang menopang cornerstone content adalah konten-konten lainnya yang memiliki sub tema tersendiri namun berkaitan dengan konten pilar Anda. Contohnya saja konten pilar yang ada membahas SEO, maka supportive contentnya bisa membahas khusus untuk SEO On-Page.

Hal ini tentu berkaitan dengan konten pilar sebelumnya. Nah, untuk memperkuat perannya sebagai supportive maka beri tautan/ link ke konten pilar tersebut. Hal ini tidak hanya membantu para pembaca tetapi juga meningkatkan skor SEO website Anda sendiri.

Walaupun sifatnya pendukung, bukan berarti konten seperti ini harus dibuat sembarangan. Pastikan untuk menuliskan artikel dengan baik dan benar serta beri informasi lebih untuk menarik perhatian pengunjung.

Nah, biasanya konten jenis ini sifatnya sementara. Mengapa? Karena informasi pendukung dapat berubah sewaktu-waktu atau tidak lagi valid sehingga harus dihapus atau setidaknya ditulis ulang. Namun, postingan lama lebih baik ditulis ulang karena memiliki trafik tersendiri yang masih bisa Anda manfaatkan.

3. Bergantung Pada Tema

Cara terakhir menentukan sebuah konten sifatnya sementara atau permanen adalah melalui tema artikel itu sendiri. Mengapa? Karena sebuah tema pada artikel ini ternyata memiliki kategori tersendiri yaitu berlaku untuk selamanya atau hanya sementara.

Contoh tema yang berlaku untuk selamanya adalah “parenting, bayi, kehamilan, pekerjaan, keuangan dan lainnya”. Mengapa? Karena hal-hal tersebut akan selalu dibutuhkan oleh semua orang. Karenanya, buatlah konten permanen untuk tema tersebut namun pastikan informasinya selalu diperbaharui.

Sedangkan untuk tema yang sifatnya sementara adalah yang tiba-tiba viral. Contohnya saja “Odading, Tiktok, cara mengurus SKCK dan lainnya”. Tema dan topik seperti ini biasanya hanya berlaku sementara. Karena terdapat kemungkinan untuk berubah dalam waktu dekat atau sampai 2 tahun ke depan.

Nah, itulah beberapa cara menentukan konten artikel yang sementara atau permanen. Jika Anda merasa kesulitan membuat konten tersebut maka gunakanlah jasa saungwriter.com. Karena penyedia jasa ini dapat memberikan Anda konten artikel berkualitas sesuai dengan keinginan masing-masing.

Related posts