Penyakit jantung koroner terjadi karena terjadinya gangguan pada jantung karena pembuluh darah jantung tertimbun lemak. Sesuai namanya penyakit ini sering dikarenakan oleh lemak yang tidak diproses tubuh secara maksimal. Hal tersebut bisa didukung oleh berbagai faktor. Misalnya saja karena kurangnya aktivitas fisik sehingga membuat lemak yang harusnya dibakar melakukan kegiatan fisik. Malah tertimbun karena kebanyakan duduk maupun lainnya. Jantung koroner termasuk penyakit yang cukup berat. Kehadirannya selalu dihindari oleh masyarakat. Sayangnya, tidak jarang aktivitas mereka malah mendekatkan diri dengan gangguan tersebut. Contoh, konsumsi rokok.

Kolesterol menjadi salah satu gangguan yang disebut-sebut sebagai pendorong paling ampuh terjadinya jantung koroner. Korelasi terjadi karena seseorang yang mempunyai riwayat kolesterol tinggi. Secara otomatis memiliki tingkat lemak jahat yang jauh lebih besar. Ketika fakta tersebut tidak segera di atasi sangat berbahaya untuk kesehatan. Berikutnya penderita diabetes juga memiliki resiko mengidap penyakit ini lebih besar. Pasalnya, dia memiliki pembuluh darah tebal sehingga mempersulit kelancaran aliran darah ke jantung.

Penggumpalan darah turut andil dalam menciptakan gangguan kesehatan ini. Dari namanya sudah bisa terlihat bahwa darah yang menggumpal pada pembuluh arteri koroner jelas berdampak kurang baik pada jantung. Kondisi semakin memprihatinkan ketika pada kenyataannya sebagian besar dari masyarakat makin mempertajam pola hidup tidak sehat. Mereka menganggap bahwa usia muda menjadi segala. Sehingga rokok, alkohol, malas olah raga, dan lainnya sering dianggap aktivitas yang lumrah. Padahal pembahasan ini bukan hanya mengenai usia. Melainkan berkenaan dengan kesehatan yang seharusnya sama-sama dijaga oleh setiap individu.

Usia muda memang menunjukan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Tetapi bukan berarti sistem imun tersebut bisa tahan dalam jangka waktu lama. Ketika Anda terus merusaknya dengan kegiatan yang sebenarnya tidak penting. Di era modern seperti sekarang membuat setiap individu dituntut untuk selalu dinamis mengerjakan semua tugas dengan cepat. Sehingga dengan seenaknya mempersilahkan tubuh mengikuti hasrat mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari. Bukan berarti karena alasan pekerjaan tubuh Anda tidak membutuhkan waktu istirahat cukup, serta olah pikir positif. Semua itu tetap diperlukan. Setiap dari Anda mempunyai kendali luar biasa dalam menangkal setiap penyakit.

Sehingga ketika dipilihkan pada opsi sehat atau sakit. Pasti jawaban yang keluar keinginan untuk selalu sehat. Keinginan tersebut bukan hanya sekedar ucapan harus diniatkan. Pasalnya sehat itu mudah yang sulit ialah konsisten untuk menjaganya. Bagaimana tidak? Faktanya Anda memiliki waktu 30 menit senggang bisa digunakan olah raga. Kemudian berikan badan waktu istirahat cukup agar organ tubuh melakukan regenerasi. Sehingga produktivitas bisa tercapai dengan mudah. Berikut ini cara mengetahui gejala jantung koroner:

  1. Angina adalah rasa nyeri pada bagian dada. Hal ini terjadi karena kurangnya suplay darah ke jantung. Rasa ini semakin lama kian menjadi-jadi.
  2. Serangan jantung juga masuk sebagai gejala jantung koroner.
  3. Gagal jantung menjadi efek terburuk dari penyakit jantung.

Penyakit jantung koroner bisa dihindari dengan mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat. Tidak ada yang bisa dipungkiri bahwa sakit itu tidak enak. Jadi, kenapa memilih merasakan kenikmatan sesat? Padahal olah raga, asupan makan bergizi, sekaligus pola pikir positif menjadi kegiatan yang harus terus dilatih. Kenapa perlu dilatih? Karena ketiganya membutuhkan komitmen sampai pada saatnya semua itu bisa berjalan dengan sendiri.